Langsung ke konten utama

Postingan

Ujian Susulan dan Denda Progresif

Ini juga bukan hal baru. Tau kenapa? Ujian, afdolnya dilakukan serentak, jika ada yang tidak hadir maka diadakan ujian susulan. Ujian susulan ini pun tidak selamanya "gratis", ya tergantung kebijakannya, kalau tempat gue makin ditunda, biayanya makin progresif. Terbilang wajar, ujian susulan perlu waktu diluar jam "reguler"nya. Tentu bisa dibilang ini waktu khusus. Khusus karena yang ikutan segelintir orang dengan rentang waktu yang sama dengan jadwal ujian terdahulunya. Selain menyita waktu, ini juga menyita tenaga, intinya 2x kerja. Konpensasinya, mereka yang jadi pengawas saat itu diganjar dengan biaya tinggi, layaknya uang lembur. Hal ini juga bisa menekan angka anak yang mau susulan, kalau ga kepepet mending ga usah susulan. Mahal dan mending uang dan waktunya untuk kegiatan yang lain. Jadi, persiapkan diri untuk ujian. Susulan hanya menunda rasa penasaranmu terhadap soal, penambahan biaya, juga waktu.

Suka Souvenir

Buat sebagian orang souvenir itu cuma benda gratisan,yang kalau ilang, "yaudahlah" gratisan ini. Buat sebagiannya lagi, souvenir itu istimewa karena selain gratis, yang kaya gtu cuma di acara2 tertentu alias ga dijual bebas. Gue paling seneng ni klo punya souvenir gratisan, ga usah yang kualitas mahal, yang penting "not for sale", apalagi unik2 bentuknya. Gue kumpulin one bye one dengan sabar. Intinya sih ada kisah dibalik souvenir itu. Itu yang bikin mahal ketimbang nilai barangnya. Herannya ni ya, masih ada aj orang yg dpt moment gratisan tapi malu2 dptinnya. Jah klo gue mah, lgsg nanya "ini gratis?" "saya boleh ambil?" hehehe... Yang penting ada omongnya dulu. Sensasinya beda deh klo dibandingin sama barang hasil beli. Karena moment hidup yang kita alami beda, kenang-kenangan adalah hal yang kita punya sebagai pengingat kelak. Souvenir, I Love U and Love Me Too..

Sesak, Cari Sesuap Nasi, Meniti Masa Depan

Ilustrasi yang anda lihat bukan orang yang lagi datang konser untuk liat idolanya. Ini lagi cari kerja lewat jobfair. Mengenaskan. Tempat kecil disesaki ribuan orang. Itulah negeriku. Bagi anda yang sudah punya "channel" kerja, anda tidak akan pernah merasakan hal seperti ini. Ya apakah anda tahu, melihat lowongan yang ditempel aja susahnya bukan main, apalagi jalan untuk menyusuri tiap booth yang tersedia. Panas, padat, sesak, sampah, awas ada copet, kaki pegal, untuk menaruh cv saja susah adalah situasi dan kondisi pada saat itu. Belum lagi ada yang nanya2 dulu ke hrdnya. Mengantri mengular ke belakang. Kondisi tidak menguntungkan juga terasa ketika melihat lowongan yang tidak sesuai jurusan. Sekalinya sesuai dengan jurusan, ada batas pengalaman. Sudah begitu, pakai syarat penampilan menarik dan proporsional. Lengkap sudah lika liku duka dialami. Coba orang yang pakai channel kerja, sudah dapat kerja, ga di tes, ga suruh nunggu, pasti masuk, ga bakal ada penilaian kine...

Semua Orang Punya Jiwa Jurnalis?

Yang namanya manusia itu ga bisa lepas dari namanya komunikasi, entah itu komunikasi satu arah, dua arah, multi. Ya manusia itu makhuk sosial, ga mungkin hidup sendiri. Hidup bersama yang lainnya dan otomatis membutuhkan komunikasi. Komunikasi itu simplenya mengirim pesan agar yang mendapat pesan itu mengerti pesan yang disampaikan oleh pengirim. Komunikasi bisa berupa laporan informasi. Jurnalis, sebagai misalnya. Melaporkan berita di lapangan di tkp. Apa yang dilihat, dirasakan, didengar, kemudian dilaporkan dengan bahasa yang singkat, padat, jelas sehingga semua lapisan masyarakat dapat memahami laporan berita. Di jaman sekarang, rasanya semua orang berbakat jadi jurnalis. Dikit-dikit foto, entah foto mukanya sendiri, foto makanan, foto tempat mahal, foto barang unik dan lain-lain,, ud gt juga dikit-dikit update status terkini tentang dirinya, dikit-dikit share location, dikit-dikit ngeposting lagu apa yang dia denger, dikit-dikit lapor, wartawan aja ga gtu2 amat. Walaupun sekil...

Nonton tv, Nonton "Kabinet Kerja"

Pengumuman kabinet presiden RI 2014-2019 dilangsungkan kemarin sore (26/10)sekitar jam 5.15 seinget gue, dan telat, karena janjinya jam 4 sore. Ampun dah, gue nongkrongin tv demi ginian. Ganti-ganti channel tv sampai segala iklan pake ditonton sama gue buat ngisi waktu. Tadinya gue biasa aj ga gtu antusias tapi mengingat ad peristiwa sewa "panggung" di tanjung priok yang ga jadi itu. Yang wartawan udah pada ngumpul. Yang sewa panggungnya nyampe 700juta katanya, taunya ga jadi dan presidennya malah bilang siapa juga yang mau ngumumin dan Kalian (wartawan) yang besar2in berita. Taro dah wartawan blow up berita. Seblow up blow up nya wartawan, wartawan ga bakal nyewa panggung. Itu panggung pake duit siapa. Sebenernya yang pengen pencitraan itu siapa. Dari hal itu gue jadi kepengen liat, kali ini jadi apa ngga. :D Baru ini liat acaranya presiden blow up beritanya terlalu besar taunya ga jadi. Presiden juga seakan ntar ntaran bikin orang nungguin. Serius, rasanya kaya nonton dra...

Sulitnya jadi banci, banci kuis

Ini bukan perkara mudah. Sabar saja tidaklah cukup, harus pakai strategi, update info, doa sepanjang quiz, dan mental menerima untuk gagal. Banyak orang yang males ikutan quiz. Mereka sih bilangnya "alah, palingan ga dapet". Mendingan beli, jelas dapetnya.. Huh.. Mereka ga salah 100% juga klo ngomong gtu. Untuk kalian yang apa apa beli, ga akan tau sensasi menang dengan cara gratis. Beli terus dapet barang mah wajar. Menang gratis itu, modalnya keberuntungan dan kreatifitas. Beli gtu aja mana ada unsur kreatifnya. Ya ga? Lagian ini bakal jadi alternatif terbaik buat orang yang berduit tiris. Gue pernah ikut quiz dan menang 2x. Hahah banyak yah?. Ya quiz tiket konser korea. Cara ikutannya lewat twitter. Biasanya ada di majalah media partner, fanbase yang bersangkutan, sponsor acara konser, promotor. Sekitar itu aja sih. Ikuti rule quiznya, gue sih paling males klo quiz yang kirim jawaban sebanyak-banyaknya. Ihh ga ada seleranya banget. Nyampah adanya juga. Ada loh orang ...

Dini Hari dan Paket Internet Bonus

Nah udah jadi tren ni. Seiring sejalan dengan gadget pintar, yang pintarnya ngelebihi yang beli itu gadget. Korelasinya tentunya udah pada tau. Smart gadget butuh "makan" dan makanan itu adalah jenjeng genjrengggg "internet", ga ada internet mati gaya bakalan. Nah Internetnya dari provider. Providernya cari yang murah tapi koneksi cepet. Provider murah, koneksi cepat, kuota guede itu tidak lain tidak bukan... Pake INTERNETAN BONUS, istilah tiap provider beda-beda sih. Yoi, pake ini sangat nolong buat yang orang yang super hemat. Menjamurnya gadget canggih mendorong provider untuk berinovasi meraup konsumen. Muncullah salah satunya internet bonus ini. Biasanya internet bonus ini cuma di pake jam-jam tertentu dan waktu dini hari adalah waktu yang dipakai untuk bonus internet, sekali lagi itu biasanya. Cocok banget buat yang hobi download. Koneksi cepet juga bisa jadi orang2 pada tidur, sepi dah. Khidmat bgt dah mlm2. Tapi sorry aja biar begitu gue bukan tipe ora...